Sabtu, 22 September 2012

Mengenal lebih sistem jaringan komputer

Jaringan komputer merupakan salah satu alternatif yang banyak dipakai dalam suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperlancar arus informasi dalam perusahaan tersebut.
Pada dasarnya jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi, sehingga melahirkan pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan peralatan hardware.
Sebuah jaringan umumnya terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, Pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit atau sinar infra merah.
A. JENIS JARINGAN
Jenis jaringan terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
  1. 1. Lokal Area Network (LAN)
LAN merupakan jaringan yang dibatasi oleh area relatif kecil, misalnya suatu kantor dalam gedung, sebuah sekolah dan lain sebagainya.
Pada LAN ini, ada satu komputer yang berfungsi sebagai file server yang berfugsi untuk menyimpan perangkat lunak yang mengatur aktifitas jaringan. Disamping itu ada komputer-komputer lain yang terhubungan dalam jaringan yang biasa disebut dengan workstation yang biasanya mempunyai kemampuan dibawah file server.
  1. 2. Metropolitan Area Network (MAN)
MAN merupakan jaringan yang lebih besar dari LAN, misalnya antara kantor pusat yang berada di Jakarta dengan kantor Cabang yang berada di Surabaya. Pendek kata jaringan ini menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan yang lebih besar.
Misalnya Bank MERADETA yang berada diseluruh wilayah Surabaya.
  1. 3. Wide Area Network (WAN)
WAN adalah jaringan yang lingkupnya lebih luas yang biasanya menggunakan sarana luas satelit atau kabel bawah laut, misalnya keseluruhan jaringan Bank atau Perusahaan lainnya yang berada di Indonesia dan negara lain.
B. SISTEM OPERASI JARINGAN
Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan yang dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya, yaitu sistem operasi client server dan sistem operasi jaringan peer to peer.
1. Server Based (server client)
Dalam jaringan ini, ada dua komputer yang bertindak sebagai server yaitu komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan. Sedangkan komputer lain bertindak sebagai klien (worktation), yaitu komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Semua worktation (node) yang berhubungan pada jaringan dengan tipe ini dikontrol oleh pengontrol domain. Contoh sistem operasi yang menggunakan server Based ini adalah Windows 2000 Server, Windows NT4 dan Windows Server 2003.
2. Per to Peer
Didalam jaringan peer to peer ini tidak ada yang bertindak sebagai server atau klien, namun semuanya berlaku sebagai workstation. Jaringan dengan tipe ini di organisasikan ke dalam workgroup. Contoh sistem operasi yang menggunakan peer to peer adalah Windows95/98, Windows NT Worktation, Windows Profesional 2000.
B. KEPERLUAN JARINGAN
Untuk membangun suatu jaringan diperlukan beberapa peralatan antara lain :
  • Minimum 1 komputer yang berfungsi sebagai pusat data / file server.
  • Beberapa komputer lain yang berfungsi sebagai worktation. Sebuah worktation tentunya sudah tersedia juga kartu jaringannya, aplikasi jaringan (software jaringan), kabel UTP untuk menghubungkan ke jaringan.
  • Peralatan jaringan seperti network interface Card, Hup, conector dll.
  • Media penghubung antara komputer, seperti kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
  • Sistem operasi jaringan seperti windows 2000 server, Windows NT Server dan Windows Server 2003.
  • Sistem operasi untuk workstation seperti windows 95/98, Windows NT Workstation, Windows 2000 Profesional dan Windows XP.
D. TOPOLOGI JARINGAN
Topologi jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannya.
Terdapat tiga macam topologi jaringan yang umumnya digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.
1. Topologi Bus
Pada topologi Bus ini, terdapat sebuah kabel tunggal atau kabel pusat dimana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan disepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
2. Topologi Star
Pada topologi Star masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe star ini adalah kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kebel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja secara keseluruhan. Disamping itu apabila terdapat gangguan di suatu jalur kabel, maka gangguan tersebut hanya terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server. Sementara jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan topologi ini adalah membutuhkan kabel UTP yang lebih banyak dibanding topologi lainnya.
2. Topologi Ring
Didalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari komunikasi lain, bila alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak infomasi akan dilewatkan.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan disuatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
E. PROTOKOL TCP/IP
TCP/IP merupakan protokol yang jaringan yang terkenal selain NetBUI dari windows dan IPX/SPX dan novell. Protokol TCP/IP ini banyak digunakan dalam jaringan karena hampir semua sistem operasi terdapat protokol ini. Protokol ini dapat dipakai mulai dari jaringan skala kecil sampai skala besar.
  1. IP address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa titik pada setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit disebut dengan oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut.
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
setiap simbol “x’ dapat digantikan oleh angka 0 dan 1. Notasi bilangan tersebut adalah bilangan biner yang tidak mudah untuk dibaca. Agar mudah dibaca, maka ditulis dalam bilangan desimal. IP address tersebut ditulis dengan 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (dotted-decimal natation). Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (delapan bit) IP address. Misalnya sebagai berikut.
Keseluruhan dari nomor tersebut diklasifikasikan sebagai nomor jaringan (network ID) dan nomor host atau node yang dapat di analogikan nomor atau alamat jaringan seperti nama jalan dan nomor host atau node sama seperti nomor rumah.
  1. Kleas IP address
IP address dibagi menjadi kelas-kelas untuk memudahkan pendistribusian pendaftar IP address. IP address tersebut dikelompokkan dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. perbedaan kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Kelas IP address tersebut adalah sebagai berikut :
Kelas A
Karakteristik :
Format : 0nnnnnnn hhhhhhhh
hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang netID : 1 bit
Panjang hostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx
126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
0
8
24 bit
0 Network-id Host-id
Misalnya 112.42.4.5, yang mempunyai pengertian Network ID=12 dan Host ID=42.4.5.
IP address di atas berarti host nomor 42.4.5 pada network nomor 112.
Kelas B
Karaktreristik :
Format : 0nnnnnnn hhhhhhhh
hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang netID : 16 bit
Panjang hostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.389 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai
191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP address pada tiap kelas B
0
1
16
16 bit
1 0 Network-id Host-id
Misalnya 135.95.121.1, yang mempunyai pengertian Network ID=135.95 dan Host ID=121.1 pada network nomor 135.95.
Dengan panjang host ID yang 16 bit tersebut, maka IP address kelas B ini dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C
Karakteristik :
Format : 110nnnnn hhhhhhhh
hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang netID : 24 bit
Panjang hostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 192.0.0.xxx sampai
223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
0
1
2
24
8 bit
1 1 0 Network-id Host-id
Untuk lebih jelasnya, maka dibawah ini akan diperlihatkan rangkuman kelas.
Kelas
Antara
Jml. Jaringan
Jml. Per Jaringan
A
1 s/d 126
126
16.777.214
B
128 s/d 191
16.384
65.534
C
192 s/d 223
2.097.152
254
Dengan demikian untuk menentukan kelas A, kelas B, atau kelas C, maka cukup dilihat angka 8 bit pertama.
Misalnya :
20.123.10.5 untuk kelas A
190.35.10.12 untuk kelas B
202.150.23.11 untuk kelas C
  1. Network ID dan Host ID
IP address 192.168.0.1 terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu berada.
Aturan dasar pemilihan network ID (NID) dan host ID (HID) adalah sebegai berikut:
  • NID adalah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan jaringan tempat komputer itu berada.
  • HID adalah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan.
  • Network ID tidak boleh sama dengan 127, karena network ID 127 ini seca default digunakan untuk loopback. Loopback ialah IP address yang digunakan komputer untuk menunjukkan dirinya sendiri.
  • Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1), karena diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan.
  • Network ID dan host ID tidak boleh bernilai 0 (nol). IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat yang digunakan untuk menunjukkan suatu jaringan dan bukan menunjukkan suatu host.
  • Host ID harus unik dalam satu network. Dalam satu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.
  1. Subnet Mask
Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal dengan subnet mask atau Address Mask. Subnet Mask ini adalah angka biner 32 bit yang digunakan untuk:
  • Membedakan network ID dan host ID
  • Menunjukkan letak suatu host, apakah berada dijaringan lokal atau jaringan luar.
Subnet Mask menentukan akkhir dari alamat jaringan. Nilai subnet Mask bernilai biner 1 untuk menentukan alamat akhir jaringan dan bernilai 0 untuk host-nya.
Default subnet mask adalah sebagai berikut:
Kelas IP
Address
A. Bit subnet mask
Subnet dalam desimal
A
11111111.00000000.00000000.00000000
255.0.0.0
B
11111111.11111111.00000000.00000000
255.255.0.0
C
11111111.11111111.11111111.00000000
255.255.255.0

Sumber : http://khilmusfile.co.cc/ilmu-komputer

0 komentar:

Posting Komentar